Di tengah deru pembangunan yang menyelimuti Kabupaten Mimika, sebuah narasi membanggakan lahir dari tangan dingin para pelaku ekonomi kreatif. Bukan tentang skala industri besar, melainkan tentang ketekunan yang membuahkan hasil luar biasa. Mince Pakage, sosok di balik brand Noken Kreatif, baru saja menorehkan tinta emas bagi dunia UMKM Papua. Di tengah persaingan ketat dalam program onboarding Bank Indonesia tahun 2026, ia berhasil menembus seleksi yang sangat prestisius, membuktikan bahwa produk lokal Mimika tidak hanya sekadar pelengkap, melainkan pemain kunci yang layak bersaing di pasar nasional hingga global.
Keberhasilan Mince Pakage—yang terpilih menjadi satu dari 50 UMKM terbaik se-Papua setelah menyisihkan 418 pendaftar—bukanlah kebetulan. Ini adalah buah dari perpaduan antara ketahanan mental seorang pelaku usaha dan dukungan strategis dari pemerintah daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (DiskopUKM) Mimika, Semuel Yogi, S.H., M.H., ekosistem UMKM di Mimika kini tidak lagi berjalan sendiri. Mereka dibina, dipoles, dan diarahkan untuk beradaptasi dengan kecepatan ekonomi digital.
Sinergi: Kunci UMKM "Naik Kelas"
Prestasi Mince Pakage menjadi cerminan nyata bahwa visi "Membangun dari Kampung ke Kota" yang diusung Pemerintah Daerah Mimika bukan sekadar jargon. Kepala DiskopUKM Mimika, Semuel Yogi, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kolaborasi harmonis antara pemerintah, lembaga keuangan, dan semangat pelaku usaha itu sendiri.
"Bank Indonesia hadir bukan sekadar sebagai pembina, tetapi sebagai sahabat strategis yang membuka mata kita bahwa di era ini, kualitas produk harus dibarengi dengan literasi digital yang mumpuni," ujar Semuel Yogi.
Program pendampingan yang intensif—meliputi kurasi produk, pelatihan pemasaran digital, hingga akses promosi—telah memberikan kerangka bagi UMKM Mimika untuk bertransformasi. Semuel menekankan bahwa tantangan terbesar UMKM saat ini bukanlah pada keterbatasan bahan baku, melainkan pada keberanian untuk "berjualan" di pasar digital. Oleh karena itu, ia mendorong agar setiap pelaku usaha memanfaatkan panggung seperti TIFA 2026 dan berbagai festival UMKM bukan hanya sebagai seremoni, melainkan sebagai laboratorium bisnis untuk memperluas jejaring dan memperkuat posisi tawar.
Inspirasi untuk Masa Depan Ekonomi Kerakyatan
Bagi Mince Pakage, lolos verifikasi Bank Indonesia adalah sebuah tanggung jawab baru. Ia melihat pencapaian ini sebagai "api semangat" yang diharapkan dapat menjalar ke rekan-rekan UMKM lainnya di seluruh pelosok distrik di Mimika.
"Semoga ini menjadi bukti bagi teman-teman pelaku UMKM di 10 distrik bahwa kita mampu. Jangan pernah takut untuk berinovasi dan bermimpi besar," ungkap Mince dengan penuh haru. Pernyataannya ini mengandung pesan moral yang kuat: bahwa kesuksesan seorang pelaku UMKM di Mimika adalah kemenangan bersama masyarakat Papua.
Ketika produk lokal—seperti Noken Kreatif—mulai naik kelas, maka perputaran ekonomi di daerah pun akan semakin sehat dan berkeadilan. Keberhasilan Mince adalah pemantik bagi ekosistem ekonomi kerakyatan yang lebih mandiri.
Catatan untuk Masa Depan
Apa yang ditorehkan Mince Pakage menjadi pengingat bagi kita semua bahwa daya saing ekonomi sebuah daerah sangat bergantung pada kolaborasi. Pemerintah menyediakan panggung dan fasilitas, namun pelaku UMKM harus memiliki "api" untuk terus belajar dan berinovasi.
Sebagai masyarakat, kita memiliki peran krusial: menjadi pendukung utama. Ekonomi kerakyatan Mimika akan tumbuh subur jika kita sendiri bangga menggunakan produk-produk buatan tangan anak negeri. Mari jadikan prestasi Noken Kreatif ini sebagai momentum untuk terus mendorong UMKM Mimika agar tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, tetapi menjadi tuan rumah yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing global.
Langkah Mince Pakage masih panjang, namun satu hal yang pasti: Mimika telah membuktikan bahwa dengan dedikasi dan kolaborasi, produk lokal mampu menembus batas, naik kelas, dan mengharumkan tanah Papua di panggung nasional. Inilah babak baru kemandirian ekonomi yang patut kita kawal bersama.













