items



Kirim

Menembus Pasar Global Berbasis Kearifan Lokal: Potret Sinergi Pemkab Mimika dan PTFI di Hari Lingkungan Hidup



TIMIKA — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Mimika tidak sekadar diisi dengan seremonial penanaman pohon atau pidato ekologi. Di Halaman Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Sabtu (6/6/2026), esensi hari lingkungan itu mewujud dalam riuh rendah pameran bersama yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan PT Freeport Indonesia (PTFI). Di tempat ini, sebuah pesan tegas digaungkan: menjaga alam Papua berarti juga harus memberdayakan manusianya.

Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan arah baru ekonomi kerakyatan. Pemerintah daerah melihat bahwa pelestarian lingkungan hidup dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal bukanlah dua hal yang saling bertolak belakang. Sebaliknya, keduanya adalah mata uang yang sama dalam membangun Mimika yang berkelanjutan.

Melalui kemitraan strategis dengan PT Freeport Indonesia, Pemkab Mimika tengah merancang sebuah ekosistem usaha yang sehat. Di satu sisi, industri dan lingkungan dijaga agar tetap lestari, di sisi lain, UMKM lokal ditempa agar memiliki daya saing yang mampu berbicara di kancah internasional.

Langkah PT Freeport Indonesia yang secara aktif terjun membina para pelaku usaha lokal mendapat panggung utama dalam pameran ini. Kehadiran stan-stan pameran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika menjadi bukti nyata bagaimana pendampingan teknis dari sektor swasta mampu menaikkan kelas produk-produk lokal.


Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, S.H., M.H., saat memantau langsung jalannya pameran, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen jangka panjang tersebut. Sinergi ini, menurutnya, merupakan pengejawantahan dari visi besar yang juga kerap ditekankan oleh Bupati Mimika.

"Kami merasa bangga atas apa yang dibuat oleh PT Freeport dan pemerintah, seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Bupati. Kemitraan antara pemerintah dengan PT Freeport untuk menjaga lingkungan ini sangat penting, dan begitu pula dari sisi pengembangan UMKM," ungkap Samuel Yogi di sela-sela interaksinya dengan para perajin lokal.

Samuel secara khusus berterima kasih karena pembinaan dari PTFI tidak hanya memberi modal, melainkan ruang dan panggung bagi UMKM-UMKM potensial untuk unjuk gigi ke permukaan.

Ke depan, potret kemitraan ini akan bergerak lebih spesifik dan inklusif. Fokus utama pengembangan UMKM kini diarahkan untuk memperkuat posisi masyarakat adat, utamanya Suku Amungme dan Suku Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya di tanah Papua.

Langkah ini diambil agar produk-produk kerajinan, kuliner, dan komoditas khas Mimika memiliki karakter yang kuat dengan menonjolkan identitas budaya lokal. Pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat asli Papua tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya perputaran ekonomi industri, melainkan menjadi pemain utama yang membawa nama baik daerah.

"Ke depan, bagaimana supaya memperkuat kegiatan ini untuk memperebutkan (posisi) Amungme dan Kamoro, salah satunya lima suku dan Papua umumnya, untuk mempromosikan UMKM yang ada di Kabupaten Mimika. Harapan kami sebagai Dinas Koperasi, kami tetap mendukung dan kemitraan kita tetap akan jalan terus," tegas Samuel.

Bukan tanpa alasan Mimika membidik pasar internasional. Sektor industri dan komitmen lingkungan di Mimika diakui telah lama dikenal di panggung global. Kini, giliran produk-produk rakyat yang harus mengikuti jejak tersebut demi mencapai kemandirian ekonomi yang hakiki.

Samuel Yogi melemparkan sebuah pemikiran optimistis yang sekaligus menjadi target besar daerah ke depan.

"Bagaimana UMKM Mimika tidak mendunia, tapi tambang mendunia, lingkungan mendunia. Kenapa UMKM tidak mendunia? Untuk itu, kami dari pemerintah tetap untuk mendukung dan mensupport pengembangan UMKM tersebut," ujarnya menyemangati pelaku usaha.

Untuk mewujudkan visi besar "UMKM Mendunia", kolaborasi ini bertumpu pada empat pilar utama yang saling mengikat:

  • Aspek Regulasi: Pemkab Mimika menjamin kemudahan fasilitasi dan kepastian hukum bagi pelaku ekonomi kreatif.

  • Aspek Mutu (Standardisasi): PT Freeport Indonesia mengambil peran dalam memberikan pembinaan teknis agar produk lokal memenuhi standar kualitas internasional.

  • Aspek Kultural: Mengangkat keunikan seni dan budaya Suku Amungme, Kamoro, dan lima suku lainnya sebagai nilai jual utama.

  • Aspek Ekologis: Menjamin seluruh rantai produksi UMKM menggunakan metode yang ramah dan selaras dengan alam sekitar.

Dengan mengawinkan kearifan lokal yang adiluhung dan manajemen kualitas berstandar global, Kabupaten Mimika kini optimis menatap masa depan. Sebuah masa depan di mana kelestarian alam Papua tetap terjaga, sementara roda ekonomi masyarakatnya bergerak mandiri dan berdikari.

Header Ads Widget

Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan