TIMIKA wartamimika.com –
"Masalah uang itu sangat sensitif, apalagi kita ibu-ibu. Hati-hati sekali,
jangan sampai gara-gara uang kita marah, lalu keluar dari koperasi." Pesan
bernada persuasif namun tegas tersebut disampaikan Ketua TP-PKK Kabupaten
Mimika, Ny. Suzana S. Herawaty Rettob, saat membuka Sosialisasi Koperasi
Cinta Kasih Amuro di Hotel Grand Tembaga, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh
Pokja II TP-PKK ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya strategis
untuk memastikan koperasi milik organisasi ini dikelola secara profesional dan
transparan.
Dalam narasinya, Ny. Suzana
menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam
mengenai tata kelola koperasi berbadan hukum. Hal ini dianggap penting karena
koperasi merupakan ruh dari pemberdayaan ekonomi di tubuh PKK.
"Kita sudah dengar dari
Ketua Pokja II, di dalam lagu Mars PKK saja ada lirik tentang berkoperasi.
Jadi, hari ini kita belajar bagaimana cara koperasi berbadan hukum yang
baik," jelasnya.
Ia juga mengklarifikasi terkait
identitas koperasi tersebut. Meski Presiden mendorong pertumbuhan
"Koperasi Merah Putih" di seluruh Indonesia, untuk di Mimika, mereka
memilih identitas yang lebih melokal namun tetap bersinergi. "Nama koperasi
kita tidak bisa pakai Merah Putih, tapi Cinta Kasih Amuro. Nama 'Kasih'
tetap kita pakai, 'Amuro' juga. Yang penting, kita tetap bisa bekerja sama
dengan seluruh Koperasi Merah Putih lainnya," tambah Ny. Suzana.
Ny. Suzana juga memberikan
teguran halus namun bermakna terkait kedisiplinan anggota dalam membayar iuran
wajib sebesar Rp50.000 per bulan. Menurutnya, hambatan terbesar koperasi
seringkali bukan karena ketidakmampuan finansial, melainkan faktor kelalaian.
"Uang Rp50.000 itu kalau
buat jajan es atau bakso saja sudah habis. Saya cek, bukan karena kita tidak
mau bayar, tapi kadang-kadang kita lupa. Kalau lupa satu bulan, lalu menumpuk
sampai 4-5 bulan, barulah kita rasa berat," tuturnya. Ia meminta pengurus
untuk aktif mengingatkan anggota agar kewajiban iuran tetap berjalan lancar
sebagai motor penggerak modal usaha.
Menyadari bahwa membangun
koperasi memiliki tantangan tersendiri, Ny. Suzana berpesan agar para pengurus
tidak mudah menyerah jika menemui kendala di lapangan. Ia mendorong adanya
diversifikasi usaha dan pembangunan jejaring yang kuat.
"Dalam pembangunan koperasi,
perjalanan tidak selalu mulus. Namun, jangan menyerah. Kita harus terus
berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta melakukan diversifikasi
usaha untuk mengatasi tantangan yang ada," pesannya kepada para peserta.
Di hadapan para pengurus TP-PKK
dan Dekranasda yang hadir, ia juga menekankan pentingnya keterbukaan pengelola.
Ia berharap pengurus yang diberikan mandat dapat menjalankan tugas sesuai
aturan guna menumbuhkan kepercayaan anggota.
Sebagai penutup, Ketua TP-PKK
Mimika memberikan apresiasi kepada mereka yang sudah bergabung dan memberikan
imbauan bagi yang belum. "Saya mengajak pengurus yang belum menjadi
anggota agar segera mendaftar. Karena hasilnya nanti akan dinikmati oleh Bapak/Ibu
sendiri. Saya harap koperasi ini bisa berkembang besar, makmur, hingga ke
kepengurusan masa depan," pungkasnya.
Acara ini dihadiri oleh jajaran
pengurus TP-PKK, Dekranasda, serta menghadirkan Kepala Dinas Koperasi Kabupaten
Mimika sebagai narasumber teknis untuk memberikan bimbingan bagi para anggota.








