items



Kirim

Mimika Fokus Benahi Lingkungan, Dari Bank Sampah Hingga Realisasi Kawasan Hijau


TIMIKA, wartamimika.com – Pemerintah Kabupaten Mimika tengah berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi, pemerintah sedang memacu pembangunan infrastruktur dan penataan kota, namun di sisi lain, rendahnya kesadaran masyarakat menjadi batu sandungan utama yang mengancam keberlanjutan program tersebut.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengungkapkan bahwa berbagai persoalan lingkungan yang kronis di Timika—mulai dari tumpukan sampah hingga drainase yang tersumbat—berakar pada perilaku masyarakat itu sendiri. Meski pemerintah daerah berkomitmen melakukan "eksekusi" cepat terhadap setiap kendala di lapangan, tindakan sabotase kecil dari warga sering kali menghambat fungsi infrastruktur.

Salah satu sorotan tajam Bupati adalah terkait pembangunan saluran pembuangan. "Kalau yang bisa langsung kita perbaiki, kita langsung eksekusi. Contohnya saluran pembuangan, itu sudah kita buat, tapi malah ditutup lagi oleh masyarakat," ujar Rettob dengan nada prihatin.

Kondisi ini diperparah dengan masalah sampah yang luar biasa di bawah permukaan infrastruktur kota. Bupati menegaskan bahwa penataan ini adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya beban pemerintah semata.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Mimika mulai menggeser strategi pengelolaan sampah ke tingkat akar rumput. Melalui distrik dan kelurahan, program Bank Sampah kini mulai digalakkan.

"Itu ada nilai ekonominya, masyarakat bisa dapat uang dari situ, tapi belum semua mau memanfaatkan," jelas Bupati. Ia pun merujuk pada keberhasilan salah satu komunitas lokal yang telah sukses mengonversi sampah menjadi sumber pendapatan sebagai bukti bahwa sistem ini sangat potensial jika didukung partisipasi warga.

Selain fokus pada pengelolaan limbah, tahun ini Pemerintah Kabupaten Mimika dipastikan mulai merealisasikan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) setelah tahap perencanaan dinyatakan rampung. Program ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk menciptakan lingkungan kota yang lebih sejuk dan tertata bagi seluruh warga.

Dalam pelaksanaannya, Bupati Johannes Rettob menerapkan strategi yang sangat berhati-hati terkait publikasi titik lokasi pembangunan. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dan perlindungan terhadap kelancaran proyek. Belajar dari pengalaman sebelumnya, pengumuman lokasi yang terlalu dini sering kali memicu hambatan berupa klaim lahan secara sepihak, yang berisiko menunda proses pembangunan.

Dengan pendekatan yang lebih terukur ini, pemerintah berharap dapat meminimalisir potensi sengketa lahan, sehingga target untuk menghadirkan kawasan hijau yang nyaman di Mimika dapat segera terwujud tepat waktu pada tahun ini.

 

Header Ads Widget

Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan