items



Kirim

Menghidupkan Semangat Kokonau: PKK Mimika Barat Langsung Bedah Program Kerja Pokja 1-4 Usai Pelantikan

 


KOKONAU, wartamimika.com – Guyuran hujan dan genangan banjir yang menyambut kedatangan rombongan Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika di Kokonau pada Senin lalu, sama sekali tidak menyurutkan semangat. Esok paginya, Selasa (19/05/2026), suasana hangat justru menyelimuti Kantor Distrik Mimika Barat saat prosesi pelantikan pengurus TP PKK Distrik Mimika Barat berlangsung khidmat.

Kokonau bukanlah wilayah biasa. Daerah ini adalah kota tua yang sarat akan sejarah di tanah Mimika, yang telah banyak melahirkan tokoh-tokoh besar. Atas dasar sejarah itulah, pelantikan pengurus PKK kali ini membawa misi besar: mengembalikan kejayaan Mimika Barat dimulai dari ketahanan keluarga.

Kepala Distrik Mimika Barat, Christian P. Warinussy, S.Sos., dalam sambutannya mengingatkan bahwa PKK adalah satu-satunya organisasi yang memiliki privilese untuk masuk langsung ke dalam rumah-rumah warga dan mengetuk pintu tiap keluarga. Oleh karena itu, ia berharap pengurus baru di bawah pimpinan Ny. Sisilia Yulian Warinussy bisa melahirkan inovasi-inovasi modern yang relevan dengan kebutuhan zaman, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Pesan menyentuh juga datang dari Ketua TP PKK Kabupaten Mimika, Ny. Susana S. Herawati Rettob. Ia mengajak seluruh ibu-ibu yang baru dilantik untuk melandasi pengabdian ini sebagai ibadah.

" Saya minta Ibu-Ibu bekerja dengan hati dan ikhlas. Kita betul-betul melayani masyarakat, membantu Ibu Ketua dan Pak Distrik, serta memberikan laporan yang benar dari lapangan," tegas Ny. Susana.

Ketua TP PKK Kabupaten Mimika, Ny. Susana S. Herawati Rettob yang hadir didampingi Wakil Ketua, Ny. Periana Kula Kemong, menegaskan bahwa pelantikan ini adalah amanah besar berjenjang dari pusat hingga kampung yang harus dijalankan dengan dedikasi tinggi.

Dalam arahannya, Ny. Susana menitipkan sejumlah agenda krusial untuk segera dieksekusi di wilayah Mimika Barat. Sektor kesehatan dan pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi sorotan utama. PKK distrik diwajibkan aktif mengawal program nasional Wajib Belajar 13 Tahun dengan memastikan ketersediaan lembaga TK/PAUD di setiap kampung. Selain itu, revitalisasi Posyandu dan pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi juga harus digandengkan dengan Puskesmas setempat untuk menekan angka stunting.

Tantangan sosial lainnya yang menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pokja 1 adalah maraknya pernikahan usia dini di tingkat distrik. Ny. Susana meminta pengurus gencar melakukan sosialisasi batasan usia matang menikah—minimal 20 tahun—kepada para remaja. Sementara untuk ketahanan pangan dan gizi keluarga, pengurus didorong melanjutkan program prioritas Provinsi Papua Tengah melalui budidaya dan konsumsi daun kelor.

Untuk memastikan semua program ini berjalan maksimal dan menyentuh unit terkecil masyarakat, Ny. Susana menginstruksikan Ketua PKK Distrik segera membentuk kelompok Dasawisma di seluruh kampung. Pemanfaatan teknologi informasi pun mulai ditekankan agar koordinasi dan pelaporan data di lapangan berjalan lebih valid dan transparan kepada pembina, dalam hal ini Kepala Distrik Mimika Barat.

"Mari kita niatkan pengabdian ini sebagai ibadah. Teruslah berkarya dengan hati, bekerja dengan ikhlas, dan bergerak dalam kebersamaan demi mewujudkan keluarga yang sehat, berdaya, dan sejahtera," pungkas Ny. Susana

Melalui sinergi yang harmonis antara kader PKK, masyarakat, dan dukungan penganggaran dari pemerintah distrik, pelantikan ini diharapkan bukan sekadar seremonial di atas kertas, melainkan awal dari perubahan nyata bagi anak-anak dan keluarga di Kota Sejarah, Kokonau.

 

Header Ads Widget

Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan