TIMIKA, wartamimika.com –
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mengubah arah dinamika publik.
Pemkab Mimika mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan polemik
administratif yang tidak produktif dan mulai bersatu dalam aksi nyata:
memperkuat daya saing sektor UMKM lokal.
Komitmen tersebut ditegaskan
langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi,
S.H., M.H., usai memberikan keterangan resmi kepada media pada Kamis
(21/5). Menurut Samuel, momentum kepemimpinan daerah saat ini harus
dimanfaatkan secara optimal untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku
usaha domestik agar mampu mandiri secara ekonomi.
Samuel Yogi menyatakan bahwa
dinamika pembangunan daerah saat ini tidak lagi memberikan ruang bagi
perdebatan yang saling menjatuhkan. Sebaliknya, ini adalah fase krusial bagi
masyarakat—terutama warga suku Amungme, Kamoro, lima suku kekerabatan, serta seluruh
masyarakat Papua di Mimika—untuk merebut peluang ekonomi di berbagai sektor
usaha, mulai dari pengelolaan kios kelontong hingga produk kreatif lokal.
"Ini bukan lagi waktunya
untuk saling mengkritik tanpa arah. Ini saatnya kita bersaing di sektor UMKM.
Pemerintah daerah, di bawah visi-misi Bupati dan Wakil Bupati, telah membuka
ruang itu. Tugas kita sekarang adalah bagaimana mengembangkan produk, mengelola
usaha, dan mendorong usaha kecil ini ke depan agar bisa naik kelas menjadi
usaha besar," ujar Samuel Yogi.
Untuk mendukung transformasi
tersebut, Samuel memastikan bahwa instrumen pendukung dari pemerintah akan
tetap berjalan konsisten melalui dua pilar utama:
- Akses Permodalan: Kemudahan jalur Kredit
Usaha Rakyat (KUR).
- Pendampingan Manajemen: Program edukasi pengelolaan usaha yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha pemula.
Dalam perspektif yang lebih
makro, Samuel mengingatkan bahwa penguatan ekonomi daerah tidak mengenal
batasan asal-usul. Menghadapi tantangan ekonomi global dan regional,
inklusivitas menjadi harga mati. Semua pemangku kepentingan—mulai dari lembaga
adat, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh intelektual—diharapkan dapat
meleburkan ego sektoral demi kesejahteraan bersama.
Secara geografis, pesan persatuan
ini digaungkan secara luas, menjangkau seluruh wilayah Mimika tanpa terkecuali.
"Saya mengimbau kepada
seluruh masyarakat, dari wilayah pesisir hingga wilayah gunung Mimika, mari
kita bersatu. Kita butuh kerja sama dan sinergitas yang kuat, tidak hanya di
tingkat kabupaten, tetapi juga terkoneksi dengan pemprov (Papua Tengah) hingga
ke pemerintah pusat," tambahnya.
Pernyataan tegas Kepala Dinas
Koperasi dan UMKM ini membawa angin segar sekaligus tantangan besar bagi tata
kelola pemerintahan di Mimika. Mengubah paradigma masyarakat dari pola pikir
kritisisme transaksional menuju mentalitas kewirausahaan yang kompetitif tentu
memerlukan lebih dari sekadar imbauan verbal.
Fokus Utama Pemerintah
·
Kemudahan regulasi & perizinan
·
Program pendampingan manajemen
·
Stimulus bagi pelaku usaha pemula
Harapan Masyarakat & Pelaku
Usaha
·
Transparansi penyaluran modal (KUR)
·
Efektivitas pendampingan lapangan yang merata
·
Ruang evaluasi kebijakan secara objektif
Kendati pemerintah berharap
masyarakat tidak menghabiskan energi untuk hal-hal non-produktif, ruang
evaluasi yang objektif tetap harus dibuka luas. Hal ini penting agar kemitraan
antara pemerintah selaku regulator dan masyarakat selaku pelaku ekonomi dapat
berjalan secara sehat, transparan, dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, keberhasilan
narasi "bersaing untuk maju" ini tidak akan diukur dari
retorika di ruang rapat, melainkan oleh seberapa banyak kios-kios kecil di
sudut-sudut Mimika yang berhasil bertransformasi menjadi pilar ekonomi baru
yang mandiri dalam beberapa tahun ke depan.




