TIMIKA – Gedung Eme Neme
Yaware menjadi saksi bisu kehangatan silaturahmi sekaligus panggung
transparansi tata kelola pemerintahan Kabupaten Mimika. Pada Rabu (25/03/2026),
Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1447
Hijriah yang dirangkaikan dengan agenda krusial: Refleksi Satu Tahun
Kepemimpinan Bupati Johanes Rettob dan Wakil Bupati Imanuel Kemong.
Mengusung tema “Transformasi
Menuju Mimika Maju dan Inklusif,” kegiatan ini melampaui sekadar tradisi
saling memaafkan pasca-lebaran. Acara ini menjadi ajang bagi duet Rettob-Kemong
untuk memaparkan rapor kinerja setahun terakhir di hadapan publik dan jajaran
Forkopimda.
Dalam paparannya, Bupati Johanes
Rettob menegaskan bahwa fondasi ekonomi Mimika kini berada pada posisi yang
semakin kokoh. Tren positif terlihat jelas pada lonjakan Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB) yang naik signifikan dari Rp126,87 triliun pada 2024
menjadi Rp160,52 triliun pada 2025.
Meskipun sektor pertambangan
masih menjadi "tulang punggung" dengan kontribusi dominan sebesar
88,57%, laju pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mengalami akselerasi tajam
dari 4,80% ke angka 6,55%.
“Kami menyampaikan terima kasih
kepada seluruh masyarakat Mimika. Apa yang kita capai hari ini adalah hasil
kerja bersama. Pembangunan harus adil dan menyentuh semua lapisan masyarakat;
kita tidak ingin ada kesenjangan,” tegas Bupati Rettob.
Berikut adalah ringkasan capaian
indikator ekonomi Kabupaten Mimika periode 2024–2025:
|
Indikator Ekonomi |
Tahun 2024 |
Tahun 2025 |
|
PDRB (Triliun) |
Rp126,87 T |
Rp160,52 T |
|
PDRB Per Kapita (Juta) |
394 |
508 |
|
Laju Pertumbuhan Ekonomi |
4,80% |
6,55% |
|
Tingkat Partisipasi Kerja |
64,77% |
68,29% |
Senada dengan hal tersebut, Wakil
Bupati Imanuel Kemong menekankan bahwa stabilitas Mimika berakar pada persatuan
di tengah keberagaman. Menurutnya, momentum Halal Bihalal ini adalah pengingat
bahwa toleransi adalah modal sosial terbesar untuk mewujudkan pembangunan
berkelanjutan.
“Kebersamaan adalah kekuatan utama kita. Dengan persatuan, kita bisa membangun Mimika yang lebih baik,” ungkap Imanuel Kemong di hadapan tokoh lintas agama dan tokoh adat yang hadir.
Acara yang berlangsung penuh
kekeluargaan ini ditutup dengan sesi berbaur antara pejabat daerah dan warga,
meluruhkan sekat birokrasi dalam semangat Idul Fitri. Doa bersama menjadi
pemungkas kegiatan, menyimbolkan harapan agar Mimika tidak hanya tumbuh secara
angka dan fisik, tetapi juga bertransformasi menjadi daerah yang sejahtera dan
inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pesisir hingga pedalaman. (HK)
