items



Kirim

Visualisasi Iman dan Kepedulian Lingkungan: GKI Solagratia Timika Gelar Lomba Taman Paskah 2026


TIMIKA, papuamctv.com – Menyongsong Hari Raya Paskah tahun 2026, Jemaat GKI Solagratia Timika mengubah wajah lingkungan gereja menjadi hamparan narasi Alkitab yang hidup. Melalui Lomba Taman Paskah antar-rayon, warga jemaat menuangkan kreativitas sekaligus refleksi iman untuk memaknai perjalanan pengorbanan hingga kebangkitan Yesus Kristus.

Perlombaan tahun ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh Rayon 1 hingga Rayon 10. Setiap rayon mendapatkan tantangan untuk memvisualisasikan sub-tema spesifik dari peristiwa penting Alkitab, mulai dari pergumulan di Taman Getsemani, pengadilan di hadapan Pontius Pilatus, hingga puncaknya di Bukit Golgota.

Mewakili Panitia Penyelenggara Hari Raya Paskah 2026 GKI Solagratia, Frans Kambu menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras seluruh warga jemaat.

"Kami sangat berterima kasih atas partisipasi aktif Rayon 1 sampai 10. Dukungan dari Ketua PHMG, Majelis Jemaat, dan seluruh panitia menjadi kunci suksesnya persiapan ini menuju puncak perayaan Paskah nanti," ujarnya saat ditemui di gedung gereja.

Ia menegaskan bahwa taman-taman ini bukan sekadar hiasan, melainkan media bagi jemaat untuk melihat kembali "runtutan peristiwa iman" secara nyata.

Ketua Klasis GKI Mimika, Pdt. Junus Maurits Bonsapia, S.Th, turun langsung memimpin proses penilaian. Baginya, karya-karya ini adalah bentuk kesaksian iman yang melampaui sekadar kompetisi.

Sebagai salah satu tim penilai, Pdt. Junus menjelaskan bahwa ada beberapa kriteria utama yang menjadi acuan penilaian. Selain aspek estetika dan kreativitas penggunaan bahan, kedalaman pesan teologis yang disampaikan menjadi poin krusial.

​"Kami melihat bagaimana setiap rayon mampu menerjemahkan tema yang diberikan, baik itu tentang penderitaan Yesus di Getsemani, pengadilan Pilatus, hingga kemenangan di Bukit Golgota. Kesesuaian dengan naskah Alkitab dan kreativitas jemaat dalam memanfaatkan media lokal menjadi nilai tambah," jelasnya.

Ada hal menarik dalam kriteria penilaian tahun ini. Selain aspek estetika dan kedalaman teologis sesuai naskah Alkitab, panitia memberikan poin krusial pada aspek ekologis. Jemaat didorong menggunakan bahan daur ulang dari sampah yang sudah tidak terpakai untuk diolah menjadi karya seni bernilai rohani.

"Ini menjadi konsen gereja untuk mendukung program pemerintah dalam meminimalisir sampah. Kami memberikan apresiasi khusus melalui kategori Gold untuk inovasi daur ulang dan kebersihan," jelas Pdt. Junus.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis Jemaat GKI Solagratia, Pdt. Argin Reri, S.Si.Teol, menekankan bahwa momentum Paskah harus menjadi pengingat akan kasih Tuhan yang luar biasa.

"Melalui visualisasi ini, kita diajak meneladani kerendahan hati dan pengorbanan Kristus. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturahmi antar-jemaat, tetapi juga memperkokoh iman dalam menghadapi tantangan zaman," pungkas Pdt. Argin.

Melalui perpaduan antara kreativitas seni, refleksi teologis, dan kepedulian lingkungan, GKI Solagratia Timika berhasil menghadirkan makna Paskah yang relevan dan menyentuh hati sanubari jemaatnya.

Header Ads Widget

Hubungi iklan