items



Kirim

Sosialisasi Kopdes Merah Putih di Distrik Iwaka, Ini Langkah Strategis DiskopUKM Mimika


MIMIKA – Langkah strategis diambil Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal dari akar rumput. Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mimika resmi menggelar kegiatan Sosialisasi Manajemen Koperasi Desa Merah Putih di Kantor Distrik Iwaka pada Selasa (30/6/2026).

Acara yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Samuel Yogi, ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah lompatan inovatif untuk mengintegrasikan potensi lokal ke dalam sistem ekonomi nasional.

Koperasi Desa Merah Putih merupakan perpanjangan tangan dari program prioritas Presiden Republik Indonesia yang fokus pada pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi domestik.

Hadir sebagai narasumber utama, Ermambo Rumarupen, S.Sos. (Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah) memberikan pembekalan komprehensif mengenai tata kelola koperasi yang akuntabel. Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini berjalan selaras dengan visi Provinsi yang tengah merancang Koperasi Orang Asli Papua (OAP). Kombinasi kedua program ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi di delapan kabupaten se-Provinsi Papua Tengah.

"Tujuan utama kita adalah bagaimana menggali potensi besar yang ada di tanah air kita ini, terutama di wilayah Papua Tengah. Selama ini, sumber daya alam kita melimpah, masyarakat giat memproduksi hasil usaha, khususnya di Kabupaten Mimika, namun mereka tidak memiliki wadah atau lembaga berbadan hukum kuat untuk memasarkannya," ujar Ermambo di sela-sela kegiatan.
3 Pilar Pemberdayaan Masyarakat (Framework Dinas Koperasi & UKM)

Untuk memastikan keberlanjutan program ini, Dinas Koperasi dan UKM menetapkan tiga tahapan krusial dalam mengedukasi warga:

· Peningkatan Kualitas SDM: Membentuk pemahaman mendalam bagi setiap anggota mengenai fungsi, hak, dan kewajiban dalam berkoperasi secara profesional.

· Optimalisasi Pengelolaan Aset: Memandirikan anggota agar mampu mengelola komoditas dan kekayaan alam wilayah Mimika secara mandiri dan bernilai jual tinggi.

· Dampak Sosial-Ekonomi: Membuka lapangan kerja baru, merangkul generasi muda produktif yang belum bekerja, serta menekan angka kemiskinan secara signifikan.
Inovasi Pemetaan Wilayah: Dari Ladang ke Pasar

Distrik Iwaka, khususnya wilayah Kampung SP 6 dan SP 7, dikenal sebagai sentra penghasil sayur-mayur dan komoditas pertanian yang sangat potensial. Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Distrik Iwaka, Konstantina Way, S.E., menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengawal program ini melalui alur distribusi yang terstruktur.


Meskipun mendukung penuh, Konstantina memberikan catatan kritis mengenai pentingnya edukasi yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pembangunan fisik tidak akan berarti tanpa adanya pembangunan kapasitas manusianya.

"Kami di distrik mendukung penuh... Namun harapan saya pribadi, sosialisasi dan edukasi seperti ini harus terus berjalan. Masyarakat tidak boleh hanya disuguhkan bangunan gedung lalu ditinggalkan; mereka harus benar-benar paham cara menjalankannya agar berkembang sesuai aturan yang ada," tegas Konstantina.

Saat ini, implementasi program telah memasuki fase eksekusi:

1. Struktur Kepengurusan: Pembentukan struktur di tingkat kampung sedang berjalan di bawah asistensi langsung tim bentukan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mimika.

2. Infrastruktur Fisik: Lokasi pusat penampungan koperasi tengah dipersiapkan di wilayah SP 6 dan SP 7 agar berada dekat dengan lahan produksi masyarakat demi memangkas biaya logistik.

Melalui sinergi kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga perangkat distrik, Koperasi Desa Merah Putih di Distrik Iwaka optimis mampu bertransformasi menjadi fondasi ekonomi baru yang kokoh, mandiri, dan membawa kesejahteraan nyata

Header Ads Widget

Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan