Ubah Pola Pikir Peternak OAP: Pemkab Mimika Kucurkan Bantuan Ternak Babi Lewat Dana Otsus 2026


TIMIKA, wartamimika.com — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar pelatihan budidaya ternak babi bagi 435 penerima manfaat Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2026, Kamis (6/8/2026). Program strategis ini dirancang untuk mendobrak kebiasaan beternak tradisional menuju pengelolaan usaha yang mandiri dan berorientasi pasar.

Pelatihan yang dihadiri ratusan Orang Asli Papua (OAP) ini difokuskan pada penguatan kapasitas ekonomi keluarga, mengingat potensi komoditas babi di Mimika memiliki nilai ekonomi bernilai tinggi yang setara dengan hewan ternak besar.

Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Emma Kornelia Korwa, S.Pt., M.Si., menegaskan bahwa program ini merupakan jawaban atas menumpuknya usulan bantuan dari masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Melalui seleksi ketat, sebanyak 435 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di lima distrik resmi ditetapkan sebagai penerima manfaat.

Adapun rincian sebaran penerima bantuan mencakup:

  • Distrik Mimika Baru: 223 KK (wilayah prioritas dengan cakupan terluas)
  • Distrik Wania: 88 KK
  • Distrik Kuala Kencana: 78 KK
  • Distrik Iwaka: 32 KK
  • Distrik Mimika Timur: 15 KK

Dalam arahannya, Emma Korwa menyoroti fenomena unik pasar peternakan di Mimika, di mana harga seekor babi dewasa kerap menyamai harga satu ekor sapi—mencapai angka Rp40 juta. Bahkan, anak babi berumur satu hingga dua bulan sudah memiliki nilai jual berkisar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta.

"Potensi usahanya luar biasa mahal. Anak babi baru umur dua bulan saja harganya sudah dua juta lima ratus ribu rupiah. Karena itu, intervensi pemerintah ini harus dimaksimalkan sebagai aset produktif penopang ekonomi keluarga, bukan untuk dikonsumsi secara pragmatis," ujar Emma di hadapan peserta.

Sebagai bentuk komitmen awal, pemerintah memfasilitasi para penerima dengan paket bantuan yang mencakup ternak, pakan awal, serta material pembuatan kandang (seng dan paku). Namun, Emma menekankan pentingnya sikap mandiri setelah masa pendampingan awal berakhir.

Untuk memastikan transparansi dan keberlanjutan program, Dinas Peternakan menyiagakan Tim Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan menteri hewan di setiap distrik guna mendampingi peternak jika terjadi kendala kesehatan ternak.

Pihak dinas juga menerapkan sistem pengawasan dan monitoring ketat ke kandang-kandang penerima bantuan.

"Ternak ini ditujukan untuk bisnis dan peningkatan taraf hidup. Jika ada yang menjual atau memotongnya untuk acara-acara konsumtif lalu mengajukan bantuan kembali—bahkan menggunakan nama anggota keluarga lain—sistem kami akan langsung mem-blacklists," tegasnya.

Melalui pelatihan teknis yang menghadirkan narasumber spesialis kesehatan hewan, drh. Bakti Erma Survani Wakum, para peternak dibekali pemahaman komprehensif. Materi mencakup manajemen perkandangan, formulasi pakan, penanganan kesehatan, hingga proses persalinan ternak.

Program Otsus 2026 ini diharapkan menjadi batu pijakan bagi masyarakat OAP untuk membuktikan kapasitas mereka di sektor peternakan komersial, sekaligus memangkas ketergantungan pasokan dari luar daerah.

"Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Jika orang lain bisa sukses dan membangun perekonomian keluarga dari usaha beternak babi, kita orang Papua juga pasti sangat bisa," pungkas Emma seraya membuka kegiatan secara resmi.

Program bantuan ternak babi Otsus 2026 ini merupakan investasi strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mimika. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kedisiplinan peternak dalam menerapkan ilmu pelatihan dan komitmen untuk menjaga ternak sebagai aset ekonomi produktif, bukan konsumtif. 

 

 

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال