items



Kirim

"Katong Senang, Katong Dapat Uang": Kisah Ibu-Ibu BKMT Wania Mimika Menyihir Penas Gorontalo Lewat Kuliner "Allwa"

 


GORONTALO — Aroma gurih olahan ayam menyeruak dari salah satu sudut stan pameran Kabupaten Mimika di ajang Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Gorontalo, Jumat (19/6/2026). Di balik etalase, tampak berbagai produk makanan beku (frozen food) tertata rapi. Itulah "Allwa", produk unggulan yang lahir dari tangan-tangan kreatif ibu-ibu di ujung timur Indonesia.

 

Adalah Rohipun Katrina, sosok penggerak di balik brand lokal tersebut. Mewakili kelompok UMKM Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Distrik Wania, Mimika, Papua Tengah, Katrina membawa misi besar ke Gorontalo: membuktikan bahwa produk rumahan dari Timika siap bersaing di kancah nasional.

 

"Awalnya sederhana sekali, karena saya suka dapur, suka panci, dan suka makan enak," ujar Katrina membuka cerita. "Ketertarikan itu menular ke ibu-ibu lingkungan sekitar. Kami berkumpul, memasak bersama, dan ternyata hasil masakan kami diminati. Dari hobi, bergeser menjadi peluang ekonomi."

 

Dari kebersamaan itu, lahirlah filosofi unik yang menjadi bahan bakar semangat mereka: “Katong senang, katong bahagia, dan katong dapat uang.”

 

Meski baru berumur satu tahun sejak dibentuk, UMKM BKMT Distrik Wania telah berhasil memproduksi variasi produk yang terbilang lengkap. Mulai dari dimsum, roll chicken, nugget, siomay, hingga camilan renyah seperti ceker, usus keripik, dan ayam retort.

 

Hebatnya, lini usaha ini kini menjadi penopang ekonomi bagi anggotanya dan warga binaan. Di "Dapur Allwa", para ibu rumah tangga tidak lagi sekadar memasak untuk keluarga, melainkan berproduksi secara profesional. Sebagian anggota lainnya bergerak sebagai agen dan reseller. Pendapatan yang dihasilkan kini nyata mampu membantu memenuhi kebutuhan domestik mereka sehari-hari.

 

Katrina menjelaskan bahwa Allwa hadir untuk menjawab kebutuhan zaman. "Kami ingin memberikan solusi praktis bagi para ibu pekerja yang sibuk. Produk kami dikemas dengan standar kualitas yang baik dan sudah terjamin kehalalannya, sehingga mereka bisa menyajikan makanan bergizi untuk keluarga secara cepat tanpa buang waktu," jelasnya.

 

Satu tahun berjalan, langkah Allwa kian mantap berkat pendampingan dari Dinas Peternakan Kabupaten Mimika. Intervensi pemerintah daerah dalam bentuk pelatihan, fasilitas stimulus, hingga pelibatan dalam ajang promosi besar seperti Penas XVII di Gorontalo, diakui memberikan suntikan kepercayaan diri yang luar biasa bagi kelompok ini.

Dukungan moril pun datang langsung dari pucuk pimpinan daerah. Ibu Bupati Ny. Susana S. Herawaty Rwttob dan Ibu Wakil Bupati Mimika Ny. Periana Kula Kemong, menyempatkan diri hadir langsung di stan pameran, membeli, serta mencicipi aneka camilan Allwa sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap karya warganya.

 

Selama ini, pemasaran Allwa memang baru mencakup wilayah domestik Timika. Namun, momentum Penas XVII ini diproyeksikan menjadi batu loncatan ekspansi yang lebih masif.

 

"Target kami setelah dari Gorontalo adalah menguasai pasar Papua Tengah secara menyeluruh, lalu bergeser ke wilayah Indonesia Timur. Kami optimistis, dengan komitmen ini, mudah-mudahan dua tahun lagi kami sudah bisa memiliki pabrik sendiri," pungkas Katrina penuh harap. (HK)

 

Header Ads Widget

Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan  Hubungi iklan