TIMIKA, wartamimika.com – Suasana di Gedung A Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika pada Kamis pagi (15/1/2026) terasa berbeda. Sebuah langkah strategis baru saja diambil oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, untuk memperkuat mesin birokrasi daerah. Melalui prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, sejumlah wajah lama dan baru kini mengemban amanah di posisi Pimpinan Tinggi Pratama.
Perubahan ini bukan sekadar
rotasi rutin. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Mimika Nomor 800.1.3.3-01,
langkah ini merupakan bagian dari evaluasi kinerja mendalam dan hasil seleksi
terbuka yang telah berjalan sejak akhir tahun lalu.
Salah satu poin menarik dalam
pelantikan kali ini adalah munculnya dua instansi baru, yakni Badan Riset
dan Inovasi Daerah (BRIDA) serta Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan
Ekonomi Kreatif. Bupati Rettob menjelaskan bahwa pemisahan ini dilakukan
agar pemerintah bisa lebih fokus menggali potensi daerah yang luar biasa.
"Wilayah kita ini luar biasa
kaya akan budaya dan pariwisata. Kita butuh orang dan dinas yang memang
mengurus ini secara khusus, tidak lagi digabung agar konsentrasinya tidak
terpecah," tegas Johannes Rettob dalam sambutannya.
Selain itu, Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga resmi "naik kelas" dari
eselon 3 menjadi eselon 2, sebuah langkah antisipatif untuk memperkuat
ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana.
Beberapa nama yang kini menduduki posisi strategis di antaranya:
- Herry Onawame, Asisten III Bidang Administrasi Umum
- Santy Sondang, Asisten II Bidang Pembangunan
- Michael Yanwarin, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga
- Elisabet Tsenawatin, Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif
- Daniel Orun, Plt Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif
- Yohana Arwam, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
- Yan Slamet Purba, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
- Alfasiah, Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
- Frans Kambu, Plt Kepala Bagian Umum Setda Mimika
- Bernard D. Ansaka, Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA)
- Hasan Kemong, Kepala Dinas Sosial
- Viron Balinol Mom, Plt Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan
Selain pejabat definitif, Bupati
juga menunjuk sejumlah Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan posisi
akibat pergeseran jabatan, termasuk Slamet Sutejo sebagai Plt. Kepala
BRIDA dan Agustina Rahaded sebagai Plt. Kepala BPBD.
Dalam arahannya, Bupati Rettob
mengingatkan para pejabat bahwa jabatan adalah tanggung jawab, bukan
keistimewaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Ia menekankan bahwa
setiap pejabat harus siap bekerja tanpa main-main karena evaluasi kinerja akan
dilakukan secara terus-menerus.
"Tugas kita adalah melayani
masyarakat, dari ujung pesisir hingga pedalaman. Jangan sampai ada Kepala Dinas
yang bahkan belum pernah menginjakkan kaki di Jila atau Potowai Buru,"
ujar Bupati dengan nada lugas.
Beliau juga membocorkan bahwa
proses reformasi birokrasi ini masih akan berlanjut. Setidaknya ada lima
tahapan pelantikan yang direncanakan, termasuk untuk posisi eselon 3A dan
penataan distrik melalui asesmen khusus.
Menutup prosesi, Bupati
mengumumkan bahwa pada awal Februari mendatang, Pemkab Mimika akan meluncurkan Sistem
Manajemen Talenta. Sistem ini akan menggunakan hasil profiling dan
data objektif untuk menempatkan pegawai sesuai dengan kompetensinya (the right
man on the right place).
Dengan semangat baru ini, seluruh
pejabat dan staf yang hadir serentak menyatakan kesiapannya untuk
bertransformasi menjadi pelayan masyarakat yang lebih responsif dan profesional
demi kemajuan Kabupaten Mimika ke depan. (HK)
