TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terus mendorong pemberdayaan ekonomi Orang Asli Papua (OAP) melalui pengembangan sektor peternakan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan budidaya ayam buras atau ayam kampung bagi 65 kepala keluarga (KK) penerima bantuan program Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026.
Pelatihan yang berlangsung di Gedung Kantor GKI Klasis Mimika, Jalan Poros SP2–SP5, Rabu (04/11/2026), melibatkan calon peternak dari enam distrik di Kabupaten Mimika. Program ini merupakan bagian dari pemanfaatan Dana Otsus untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus membuka peluang usaha produktif berbasis potensi ekonomi lokal.
Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Emma Kornelia Korwa, mengatakan bantuan ternak yang diberikan pemerintah harus dimanfaatkan secara optimal agar mampu memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi keluarga penerima manfaat.
Menurutnya, kebutuhan ayam kampung di pasaran yang cukup tinggi menjadi peluang usaha yang dapat dikembangkan masyarakat. Selain penjualan ayam, hasil produksi telur juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan.
Ia menegaskan, bantuan ternak tidak boleh hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi harus dikembangkan melalui pemeliharaan dan pembiakan agar jumlah ternak terus bertambah.
"Bantuan yang diberikan ini apabila dipelihara dengan baik dapat menjadi sumber ekonomi bagi keluarga. Jangan sampai setelah menerima bantuan, ternaknya hanya dikonsumsi sampai habis. Harus ada upaya untuk mengembangkan dan meningkatkan jumlah ternak," tegasnya.
Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, peserta dibekali materi manajemen pemeliharaan dan kesehatan ayam buras oleh narasumber dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Drh. Amelia Oktofina Sanadi. Materi ini mencakup pengetahuan teknis yang dibutuhkan masyarakat dalam menjaga kesehatan, pertumbuhan, serta produktivitas ternak.
Emma juga meminta peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan tidak ragu berkonsultasi kepada petugas apabila menghadapi kendala dalam pemeliharaan maupun menemukan ternak yang sakit.
Sementara itu, Ketua Panitia, Marthinus Klemen, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penyuluhan pertanian melalui subkegiatan pengembangan kapasitas kelembagaan petani di tingkat kecamatan dan desa yang bersumber dari Dana Otsus Tahun Anggaran 2026.
Adapun 65 KK peserta berasal dari Distrik Mimika Baru sebanyak 20 KK, Wania 18 KK, Kuala Kencana delapan KK, Iwaka tiga KK, Mimika Timur enam KK, dan Atuka 10 KK.
Salah satu peserta, Ida, menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan atas bantuan dan pelatihan yang diberikan. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan untuk mengembangkan 10 ekor ayam kampung yang diterima setiap keluarga.
Ia juga berharap program serupa dapat terus dilanjutkan sehingga masyarakat lain yang belum mendapatkan kesempatan bisa turut merasakan manfaatnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap Dana Otsus dapat memberikan manfaat nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya OAP. Tidak hanya melalui pemberian bantuan ternak, tetapi juga melalui peningkatan keterampilan agar masyarakat mampu membangun usaha peternakan secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Tags
Narasi Foto

