Papua Tengah Siapkan BLK UMKM di Mimika, Dorong Sarjana OAP Jadi Wirausaha Mandiri



TIMIKA — Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendorong kemandirian ekonomi Orang Asli Papua (OAP) melalui pembangunan pusat pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Koperasi UMKM di Kampung Rening Jaya, Kilo 12, Jalan Mapurujaya, Kabupaten Mimika.

Program yang menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah ini diarahkan untuk membekali generasi muda Papua dengan keterampilan praktis, kemampuan berwirausaha, serta pengetahuan dalam mengelola potensi ekonomi di daerahnya sendiri.

Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa generasi muda, khususnya lulusan perguruan tinggi, perlu mengubah pola pikir agar tidak hanya berorientasi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi juga berani menciptakan lapangan kerja melalui usaha mandiri.

Menurutnya, Papua Tengah memiliki potensi sumber daya alam dan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif apabila didukung keterampilan, kreativitas, dan kemampuan manajemen yang memadai.

Melalui BLK UMKM tersebut, peserta akan mendapatkan pelatihan berbagai keterampilan, mulai dari perbengkelan otomotif, pembuatan furnitur berbahan rotan, hingga manajemen kewirausahaan. Pemerintah juga membuka ruang bagi keterlibatan tenaga pelatih profesional dari berbagai daerah di Indonesia untuk membantu mentransfer pengetahuan dan keahlian kepada peserta.

Tidak hanya berhenti pada pelatihan, para peserta diharapkan kembali ke kabupaten asal masing-masing setelah menyelesaikan program. Mereka akan didorong untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh sekaligus membagikan pengetahuan kepada generasi muda lainnya.

Dengan pola tersebut, BLK UMKM di Mimika diharapkan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang manfaatnya menjangkau delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, bersama jajaran tokoh intelektual dari tujuh suku di Mimika, menyambut positif perhatian Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap pengembangan ekonomi masyarakat adat.

Penempatan pusat pelatihan di Mimika dinilai menjadi peluang strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan keterampilan dan pengembangan usaha. Lokasi pembangunan juga disebut telah mendapat dukungan dari pihak terkait dan berada dalam pengelolaan yayasan.




Untuk mendukung pelaksanaan program, pembangunan gedung representatif dua lantai ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun anggaran mendatang.

Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan berbagai mitra strategis, termasuk sektor swasta seperti PT Freeport Indonesia dan lembaga keagamaan seperti Keuskupan, agar dapat berkolaborasi dalam pengembangan keterampilan, pendampingan usaha, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui program ini, pemerintah berharap generasi muda Papua tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri, membuka lapangan pekerjaan, serta menggerakkan perekonomian masyarakat di wilayahnya masing-masing.
Previous Post Next Post

نموذج الاتصال