Pelatihan RAT Diskop, Koperasi Mimika Didorong Miliki Unit Usaha Nyata dan Produktif



TIMIKA — Koperasi di Kabupaten Mimika didorong tidak berhenti pada aspek kelembagaan dan administrasi, tetapi harus memiliki unit usaha yang benar-benar berjalan dan menghasilkan manfaat ekonomi bagi anggota.

Pesan tersebut mengemuka dalam Pelatihan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mimika, Kamis (24/9/2026), dan dibuka Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Semuel Yogi, SH., MH.

Semuel Yogi menjelaskan, Mimika memiliki potensi koperasi yang cukup besar. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Mimika, terdapat 754 koperasi yang terdaftar di seluruh Kabupaten Mimika. Dari jumlah tersebut, lebih dari 120 koperasi tercatat aktif dan sehat serta menjalankan RAT secara rutin.

Namun, besarnya jumlah koperasi harus diikuti dengan aktivitas ekonomi yang nyata. Karena itu, pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi dan UKM terus mendorong koperasi untuk memperbaiki tata kelola sekaligus mengembangkan unit usaha yang produktif.

Dalam pelatihan tersebut turut disampaikan sejumlah contoh koperasi binaan yang telah menunjukkan aktivitas ekonomi dengan nilai yang signifikan. Di antaranya Maria Bintang Laut yang disebut mampu mencapai omzet sekitar Rp10 miliar dalam tiga bulan, koperasi binaan PT KPI dengan modal sekitar Rp23–24 miliar, serta koperasi di lingkungan perhotelan dengan kontribusi sekitar Rp7–8 miliar.

Data tersebut menjadi gambaran bahwa koperasi dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi apabila memiliki manajemen yang baik, modal yang dikelola secara tepat dan unit usaha yang berjalan.

Narasumber pelatihan, Adi Suprana, menegaskan bahwa pertumbuhan koperasi tidak dapat hanya mengandalkan status kelembagaan. Koperasi membutuhkan kegiatan ekonomi yang konkret agar organisasi memiliki sumber pendapatan dan mampu memberikan manfaat kepada anggotanya.

Ia juga mencontohkan pengalaman pengembangan koperasi di daerah lain di Papua, termasuk Biak Numfor, yang menunjukkan pentingnya keberadaan unit usaha produktif dalam menopang keberlanjutan koperasi.


Karena itu, koperasi di Mimika didorong untuk mulai mengidentifikasi potensi usaha yang sesuai dengan kebutuhan anggota dan karakteristik wilayah masing-masing.

Dinas Koperasi dan UKM Mimika juga menyiapkan pendekatan mentoring, dengan koperasi yang telah berkembang dapat dilibatkan sebagai narasumber atau mentor bagi koperasi lain yang masih dalam tahap pengembangan.

Dengan pola tersebut, pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi diharapkan berlanjut pada implementasi di lapangan.

Transformasi koperasi di Mimika pada akhirnya diarahkan bukan hanya untuk menambah jumlah koperasi, tetapi membangun koperasi yang aktif, memiliki unit usaha, tertib dalam RAT, sehat secara keuangan dan mampu menciptakan nilai ekonomi bagi anggotanya.

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال