TIMIKA, 2 Juni 2026 — Di bawah langit Timika yang cerah, halaman SD Inpres Timika II tidak sekadar menjadi lapangan upacara, melainkan bertransformasi menjadi Laboratorium Masa Depan. Hari ini, Education Expo 2026 resmi digelar, merayakan puncak kreativitas siswa dari kelas I hingga kelas VI dalam sebuah pameran yang mendobrak batasan ruang kelas tradisional.
Dengan mengusung tema inspiratif, “Inovasi Teknologi Berbasis Kearifan Lokal Papua untuk Mewujudkan Sekolah Ramah Anak,” acara ini menjadi manifestasi nyata bahwa teknologi dan tradisi bukanlah dua kutub yang berseberangan, melainkan mitra sinergis dalam proses pendidikan.
Saat Tradisi Bertemu Inovasi
Sebanyak 12 stan yang berdiri megah menjadi saksi bisu kecerdasan anak-anak Mimika. Di satu sisi, pengunjung disambut oleh estetika warisan budaya seperti noken, mahkota adat, dan tifa. Di sisi lain, mereka terpukau oleh solusi berkelanjutan—mulai dari penerapan pupuk organik yang ramah lingkungan, manajemen buletin sekolah berbasis literasi digital, hingga karya seni bernilai ekonomi dari bahan daur ulang.
Ini bukan sekadar unjuk karya. Inilah hasil dari kurikulum yang menanamkan cara berpikir kritis sejak dini—mengajak siswa untuk mengidentifikasi masalah di lingkungan mereka dan menyelesaikannya melalui kacamata kearifan lokal.
Samuel Yogi: Investasi pada "Inovator Cilik"
Kehadiran Samuel Yogi, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, memberikan perspektif strategis bagi gelaran ini. Ia tidak sekadar melihat pameran, tetapi sedang menatap masa depan ekonomi kreatif Mimika.
"Ini adalah potensi yang sangat luar biasa. Ketika kreativitas dipupuk sejak sekolah dasar, kita sedang menanam pohon yang akarnya sangat kuat. Apa yang dilakukan SD Inpres Timika II adalah fondasi bagi lahirnya inovator-inovator masa depan," ujar Samuel penuh optimisme.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah berkomitmen untuk tidak membiarkan karya-karya ini berhenti di lingkungan sekolah. Dinas Koperasi dan UMKM berencana membawa talenta-talenta cilik ini ke pameran UMKM yang lebih luas, termasuk menjadikan karya mereka bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Mimika. Ini adalah langkah konkret pemerintah dalam melakukan inkubasi talenta sejak dini.
Pendidikan yang Memanusiakan
Education Expo 2026 adalah pengingat bahwa pendidikan sejati tidak hanya bicara tentang angka di buku rapor. Dengan mengintegrasikan nilai budaya Papua, SD Inpres Timika II telah berhasil menciptakan ekosistem Sekolah Ramah Anak. Di sini, siswa diajarkan bahwa kemajuan teknologi adalah alat untuk menjaga lingkungan, dan budaya adalah identitas yang harus terus relevan di era modern.
Keberhasilan gelaran ini menjadi mercusuar bagi seluruh institusi pendidikan di Papua. Ia membuktikan bahwa dengan ruang kreatif yang tepat, anak-anak sekolah dasar mampu melahirkan solusi yang bernilai guna. Hari ini, dari SD Inpres Timika II, kita belajar bahwa masa depan Indonesia tidak hanya dibangun di atas fondasi beton, melainkan di atas kreativitas, karakter, dan kecintaan pada tanah kelahiran.













