GORONTALO – Bukan sekadar ajang pameran, partisipasi Dekranasda Kabupaten Mimika dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke-XVII di Gorontalo menjadi bukti nyata diplomasi ekonomi. Dengan misi utama mengangkat taraf hidup pengrajin melalui talenta dan hasil karya, Dekranasda berhasil mencatatkan omzet fantastis sebesar Rp45.000.000 hanya dalam kurun waktu 19 hingga 23 Juni 2026.
"Peran kami adalah perpanjangan tangan pemerintah daerah untuk membantu pelaku UMKM. Seluruh uang hasil penjualan ini akan kami kembalikan sepenuhnya kepada masing-masing pengrajin sesuai dengan produk yang mereka titipkan," tegas Nella Manggara, Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Mimika, saat memaparkan komitmen lembaganya.
Etalase yang Memikat Pejabat Tinggi
Kualitas produk Mimika yang di atas standar sukses menjadi magnet bagi para pengambil kebijakan. Stan Dekranasda dan OPD Kabupaten Mimika tercatat telah dikunjungi oleh dua tokoh penting, yakni Gubernur Gorontalo dan Gubernur Sulawesi Selatan.
Apresiasi konkret ditunjukkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan yang memborong lima produk kriya khas Mimika dengan nilai transaksi Rp3.500.000. Kehadiran sejumlah Bupati di stan Mimika juga memperkuat optimisme bahwa kriya asal Bumi Amungme memiliki daya saing high-end yang mumpuni di pasar nasional.
![]() |
| Gubernur Sulawesi Selatan (Andi Sudirman Sulaiman) saat borong Pameran Dekranasda Mimika |
Diversifikasi dan Strategi Masa Depan
Dalam ajang ini, Dekranasda Mimika menampilkan 12 produk unggulan yang terdiri dari:
· Kriya: Ukiran khas Mimika dan anyaman.
· Fashion: Batik lokal dan Eco-print.
· Produk Alam/Kesehatan: Kopi, buah merah, serta minyak daun gatal.
Melihat tingginya minat pasar, Nella Manggara menegaskan bahwa strategi pengembangan ke depan akan lebih agresif. Dekranasda berencana melakukan kurasi ketat untuk memilih produk-produk paling unggul dan menambah jumlah variasi di atas 12 item.
"Tujuan kami sederhana: agar perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM lebih cepat dan memberikan dampak kesejahteraan yang lebih luas," tambah Nella.
Keberhasilan di PENAS XVII ini membuktikan bahwa karya dari tanah Papua memiliki nilai seni dan ekonomi yang tinggi. Melalui sinergi yang solid antara kreativitas pengrajin dan dukungan pemasaran dari pemerintah, UMKM Kabupaten Mimika kini semakin mantap menapakkan kaki untuk menembus pasar yang lebih luas dan profesional.













