MIMIKA – Penguatan koperasi di Kabupaten Mimika tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan usaha dan peningkatan omzet, tetapi juga harus memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat asli Papua untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi di daerahnya sendiri.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Semuel Yogi, S.H., M.H., saat menutup Pelatihan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Tahun 2026 bagi pelaku koperasi di Mimika, Sabtu (26/9/2026).
Semuel mengatakan, koperasi-koperasi yang telah memiliki kapasitas usaha lebih besar perlu membuka kesempatan bagi warga asli, khususnya masyarakat dari suku Amungme dan Kamoro, untuk terlibat dalam aktivitas koperasi.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal bukan hanya berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran. Warga lokal perlu diberikan kesempatan untuk mengenal sistem kerja, manajemen, administrasi, pelayanan, hingga pengelolaan usaha sehingga secara bertahap memiliki kemampuan untuk membangun usaha secara mandiri.
Ia mendorong koperasi besar agar setidaknya memberikan ruang kepada perwakilan masyarakat Amungme dan Kamoro untuk bekerja sekaligus belajar dalam lingkungan usaha koperasi.
“Jangan hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Harus ada kesempatan bagi anak-anak Amungme dan Kamoro untuk belajar, bekerja, dan kemudian mampu berdiri sendiri,” tegas Semuel.
Dalam pandangannya, koperasi dapat menjadi jembatan antara potensi masyarakat dengan peluang ekonomi yang tersedia. Karena itu, pengembangan koperasi perlu dilakukan secara inklusif dengan memperhatikan keberadaan masyarakat adat sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi Mimika.
Semuel juga menekankan pentingnya membangun koperasi melalui kerja sama. Koperasi yang sudah maju dapat mendampingi koperasi yang masih berkembang, sehingga terjadi proses transfer pengetahuan dan pengalaman secara berkelanjutan.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Dinas Koperasi dan UKM Mimika untuk mengubah paradigma pembinaan koperasi dari sekadar pemberian bantuan menjadi penguatan kapasitas dan kemampuan usaha.
Dengan demikian, keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari besarnya bantuan yang diterima, tetapi dari kemampuan koperasi mengelola potensi anggota, menciptakan kegiatan usaha, meningkatkan pendapatan, serta membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, koperasi diharapkan berkembang menjadi wadah ekonomi yang mampu mempertemukan kepentingan anggota, masyarakat lokal, dunia usaha, dan pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan di Kabupaten Mimika.
Tags
Narasi Foto

