TIMIKA — Wajah baru birokrasi Pemerintahan Kabupaten Mimika bersiap menghadapi tantangan era modern. Sebanyak 572 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II dan III resmi menuntaskan babak penting pembentukan karakter birokrasi melalui Pelatihan Dasar (Latsar).
Penutupan resmi kegiatan yang sarat akan nilai transformasi mental ini dilakukan langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, pada Sabtu (22/8/2026) di Kantor BKPSDM Kabupaten Mimika, menandai rampungnya rangkaian pendidikan yang sebelumnya telah dipusatkan di Aula SMA Negeri 1 Mimika dan Aula Sentra Pendidikan SP 5 Mimika sejak 15 Juni hingga 7 Agustus 2026.
Merajut Kompetensi: Dari Angka Menuju Kualitas Pelayanan
Latsar bukan sekadar ajang seremonial atau pemenuhan administratif belaka. Kolaborasi strategis antara Pemkab Mimika dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua ini dirancang sebagai kawah candradimuka untuk melahirkan aparatur yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Dari total 572 pahlawan pelayanan publik masa depan yang mengikuti program ini, komposisinya terbagi secara proporsional:
A. Golongan III: 297 orang (penggerak konseptual dan strategis)
B. Golongan II: 230 orang (motor penggerak operasional teknis)
Catatan Evaluasi: Sebanyak 571 peserta dinyatakan lulus murni dan berhak atas Surat Tanda Tamat Pelatihan (STTP), sementara 1 peserta harus melalui tahap remedial sebagai bagian dari penegakan standar kualitas kedisiplinan dan kompetensi yang ketat.
Pesan Bupati Mimika: Membangun Mindset Melayani, Bukan Dilayani
Dalam arahannya, Bupati Johannes Rettob menekankan bahwa tantangan birokrasi hari ini menuntut kehadiran aparatur yang tidak biasa-biasa saja. Latsar adalah fondasi penanaman core values bernegara.
"Pelatihan dasar ini bukan sekedar kegiatan untuk memenuhi salah satu tahapan menuju pengangkatan sebagai PNS, melainkan proses esensial untuk membentuk karakter, integritas, kedisiplinan, profesionalisme, serta tanggung jawab moral aparatur negara," tegas Bupati Johannes Rettob di hadapan para lulusan baru.
Bupati berpesan agar seluruh ilmu transformatif yang diserap selama pelatihan dapat diterjemahkan secara nyata ke dalam inovasi pelayanan publik di lapangan, demi kemajuan masyarakat Kabupaten Mimika yang lebih inklusif dan responsif.
Peluang Istimewa dan Tantangan Peningkatan Kapasitas Berkelanjutan
Di sela-sela arahannya, Bupati Johannes Rettob juga mengingatkan para peserta bahwa angkatan kali ini tergolong sangat beruntung. Khusus untuk formasi Golongan II di wilayah Papua, saat ini masih diberikan ruang dan diperbolehkan. Namun, regulasi ke depan melalui Peraturan Pemerintah menggarisbawahi bahwa standar pengadaan CPNS minimal harus berasal dari Golongan III.
Melihat dinamika tersebut, Bupati berpesan agar para CPNS yang telah lulus tidak lekas berpuas diri, melainkan terus menerus mengembangkan kapasitas diri—baik melalui peningkatan jenjang pendidikan formal maupun pengasahan skill sumber daya manusia—demi mewujudkan visi pelayanan prima kepada masyarakat Kabupaten Mimika.
Disiplin Ketat, Sanksi Tegas, dan Etika Digital ASN
Menutup arahannya, Bupati Johannes Rettob mengeluarkan peringatan keras terkait kedisiplinan aparatur. Pemerintah Kabupaten Mimika tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi pemberhentian bagi pegawai yang kedapatan melanggar aturan dan norma berat, seperti kebiasaan mabuk-mabukan sembarangan yang mencederai marwah institusi.
Selain itu, Bupati juga menyoroti adanya aturan baru terkait larangan bagi PNS untuk bermain media sosial pada jam kerja, serta larangan memposting hal-hal negatif atau konten tidak pantas yang dapat merusak citra Pegawai Negeri Sipil di ruang publik. Integritas seorang abdi negara diuji tidak hanya saat berada di kantor, tetapi juga dalam kecerdasan beretika di dunia digital.
Langkah Awal Menuju "Smart ASN"
Kelulusan ini sekaligus menjadi tiket pembuka bagi para CPNS untuk terjun langsung ke tengah dinamika masyarakat. Dengan bekal integritas dan profesionalisme yang telah ditempa, 572 lulusan Latsar 2026 ini diharapkan menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu mendigitalisasi pola pikir birokrasi, mempercepat pelayanan yang berbelit, serta menghadirkan solusi kreatif atas setiap persoalan publik di Bumi Cenderawasih.
Tags
Narasi Foto
