TIMIKA, wartamimika.com — Pemerintah
Kabupaten Mimika melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan)
meluncurkan Gerakan Percepatan Penurunan Angka Stunting di Distrik Amar, Senin
(20/7/2026). Kegiatan ini diwujudkan melalui pembagian bantuan pangan tinggi
protein berupa telur dan daging ayam segar yang bersumber dari Alokasi Dana
Otonomi Khusus (Otsus).
Langkah intervensi ini merupakan
bagian terpadu dari Program Nutrisi Bupati dan Wakil Bupati yang
juga sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Mimika,,
sebuah program prioritas yang difokuskan pada kawasan pesisir dengan prevalensi
stunting yang membutuhkan penanganan intensif, seperti wilayah Ipaya dan Amar.
Plt. Kepala Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Emma Kornelia Korwa, S.Pt., M.Si.,
menegaskan bahwa pemerintah daerah menekankan aspek efektivitas dan
keterjangkauan penerima manfaat. Di Distrik Amar, strategi distribusi dibuat
inklusif dengan merangkul seluruh balita yang ada.
"Tahun ini Bapa Bupati
berharap apa yang kami berikan menjadi manfaat bagi setiap keluarga, baik di
Ipaya maupun di Amar. Walaupun tidak banyak, setidaknya memiliki nilai manfaat
dan gizi langsung bagi mereka," ujar Emma saat dikonfirmasi di
sela-sela kegiatan.
Emma menjelaskan, dari data
lapangan di Distrik Amar, tercatat ada 19 balita yang menyandang status
stunting. Namun, guna memastikan keadilan dan pencegahan dini, disepakati agar
seluruh balita di wilayah tersebut mendapatkan jatah bantuan protein yang sama.
"Di Amar karena cuma 19
orang yang penyandang status stunting, akhirnya kami berikan merata pada semua
balita. Setiap KK bisa menikmati apa yang kami bawa. Walaupun sedikit, yang
terpenting memiliki nilai gizi bagi anak-anak kita," tambahnya.
Program Nutrisi ini direncanakan
menjadi agenda rutin berkelanjutan. Pemkab Mimika optimistis intervensi gizi
berbasis pemanfaatan Dana Otsus ini mampu menekan angka stunting secara
signifikan serta menyiapkan generasi emas Papua yang sehat dan tangguh di
wilayah pesisir.